Minggu, 03 Juni 2012

Perkembangan Internet Indonesia

Google: Perkembangan Internet Indonesia di Jalur yang Benar



REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Pemimpin Google untuk kawasan Asia Tenggara, Mike Orgill, menyatakan kontribusi internet untuk perkembangan ekonomi Indonesia masih menyimpan potensi yang sangat besar.

Sebagai pembicara dalam seminar "Teknologi Informasi dan Komunikasi  untuk Indonesia 2012" di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa, Mike mengatakan perkembangan internet di Indonesia saat ini sudah berada pada jalur yang benar.

"Permintaan untuk pembangunan infrastruktur internet di Indonesia semakin besar. Semakin banyak orang yang terhubung dengan internet melalui situs poluler seperti kaskus, facebook, dan twitter," ujarnya.

Menurut dia, saat ini kontribusi internet terhadap perekonomian Indonesia mencapai 1,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka itu, lanjut dia, diprediksi bisa bertambah menjadi 2,5% persen dari PDB selama lima tahun mendatang.

Bahkan, kata Mike, kontribusi internet terhadap perekonomian Indonesia itu lebih besar dari sektor gas alam cair dan manufaktur kayu.

"Indonesia masih menyimpan potensi untuk perkembangan ekonomi melalui internet. Potensi terkubur ini masih bisa tumbuh lebih besar lagi karena sekarang ini baru sebagian kecil penduduk Indonesia yang menggunakan internet," tuturnya.

Pemerintah Janjikan Internet Kencang Akhir Tahun Ini 

 

KOMPAS.com — Tak lama lagi, masyarakat Indonesia dapat merasakan kecepatan internet yang mumpuni.

Ini dapat dirasakan saat Nusantara Internet Exchange (NIX) telah menjangkau 33 provinsi di Indonesia yang diperkirakan akan selesai pada akhir 2012 ini.

Hingga saat ini, NIX yang sudah siap dioperasikan sudah berjumlah 8 unit dan pembangunannya terus dilanjutkan hingga akhir tahun.

Nantinya, saat proyek NIX ini selesai,  kecepatan internet Indonesia akan meningkat. Terutama untuk akses konten yang berada di jaringan dalam negeri.

Hal ini disampaikan oleh Woro Indah, mewakili Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika (Dirjen Postel) dalam e-Indonesia Initiatives Forum (eII Forum) ke-8.

"Setiap NIX akan terdiri dari 15 server di mana masing-masing server akan memiliki bandwidth 15 terabyte. Setiap server akan terdiri dari 200 rak," ungkap Woro di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/4/2012).

Pernyataan ini menjawab pertanyaan mengenai dukungan pemerintah terhadap perkembangan komputasi awan di Indonesia. Menurut Woro, NIX merupakan Infrastructure as a Service (IaaS) dalam adopsi komputasi awan di Indonesia.

Dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 21/PER/M.KOMINFO/12/2010, NIX adalah Internet Exchange Point (IEP) yang dibiayai melalui dana kontribusi Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi. IEP tersebut merupakan titik di mana routing trafik internet berkumpul untuk saling berinterkoneksi.

Tujuan dibangunnya adalah untuk:
  • Mendistribusikan trafik internet di wilayah pelayanan universal telekomunikasi, trafik nasional, dan internasional.
  • Mengurangi latency, meningkatkan kecepatan layanan internet.
  • Mengefisiensikan routing trafik internet.
  • Mengurangi biaya pengiriman trafik nasional dan  internasional.
Pengguna NIX untuk trafik nasional adalah penyelenggara jasa akses internet (internet service provider), penyelenggara jasa interkoneksi internet (network access point), dan atau penyelenggara sistem elektronik yang memiliki AS Number.

Adapun pengguna NIX untuk trafik internasional adalah penyelenggara jasa akses internet (internet service provider) dan penyelenggara jasa interkoneksi internet (network access point).

Tender NIX yang dilakukan tahun 2011 terdiri dari 13 paket. Kepanitiaannya ditangani langsung oleh  Balai Penyedia, Pengelola, Pendanaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), yaitu suatu unit pelaksana teknis di Kementerian Kominfo yang mengelola keuangan secara  Pola Pengelolaan Keuangan (PPK),  Badan Layanan Umum (BLU), berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Tanggapan saya
Perkembangan Internet di Indonesia memang lebih meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, bila dibandingkan dengan negara-negara lain jelas indonesia masih jauh tertinggal dalam hal kecepatan maupun infrastrukturnya. Pemerintah  harus memperhatikan pemerataan infrastruktur di setiap kota, karena di daerah luar pulau jawa mungkin internet merupakan barang yang langka dan mewah.
selain itu pemerintah juga melakukan standarisasi kecepatan yang jelas dan membuat harga internet menjadi lebih terjangkau rakyat

Dengan jumlah sumber daya manusia yang besar dan tingginya pemakaian konsumsi Internet di Indonesia, pemerintah harus menciptakan suasana kondusif yang mendukung sehingga perusahan-perusahaan luar negeri bisa menginvestasikan produknya di Indonesia. hal ini akan sangat menguntungkaan karena bisa mengurangi pengangguran dan membuat harga produknya menjadi lebih murah karena diproduksi disini dan tidak ada biaya masuknya

 Sumber :
http://tekno.kompas.com
http://www.republika.co.id

2 komentar:

  1. wahh bagus , akhirnya pemerintah ada andilnya. semoga dpt terealisasi yaa

    ---
    data center

    BalasHapus
  2. Semoga terealisasi,, jangan hanya janji2 belaka

    ISP Company

    BalasHapus